Condition Monitoring

Condition Monitoring Indonesia menggabungkan pengukuran vibrasi untuk menilai kelayakan mesin beroperasi. Getaran spektrum diperoleh pada dua (atau lebih) rentang frekuensi dalam tiga sumbu yang saling tegak lurus dari masing-masing titik uji (biasanya bantalan).Keenam spektrum ini mewakili persyaratan minimum untuk menilai getaran mesin dengan benar.Pengukuran lain, seperti getaran poros atau mode tampilan data lainnya juga dapat diterapkan. Data ini mengungkapkan kondisi seperti cacat bantalan, ketidakseimbangan, misalignment poros, keausan persneling, kerusakan motor rotor yang mungkin terjadi, keausan drive drive, kerusakan kopling / ketidakakuratan, dll.
Ketika tes diulang pada beberapa basis periodik (misalnya, triwulanan, bulanan), tren untuk perubahan persen menjadi indikator yang memicu kekhawatiran. Kekhawatiran ini digunakan untuk menghasilkan rekomendasi untuk tindakan korektif yang dilakukan untuk meminimalkan risiko kerusakan lebih lanjut.
Kami menawarkan berbagai opsi penerapan untuk meminimalkan beban di pabrik Anda sambil mengoptimalkan efektivitas program.

BALANCING PA FAN

PRIMARY AIR FAN

PA Fan terletak di bagian Pulverizer (bagian yang berfungsi sebagai penggerus batubara kasar yang disuplai oleh Coal Feeder menjadi serbuk batubara yang sangat halus sebelum disalurkan ke burner) dan berfungsi sebagai penghasil udara primer (Primary Air) yang digunakan sebagai udara pengangkut serbuk batubara dari Pulverizer menuju Burner untuk dibakar di Furnace Boiler (ruangan yang berisi pipa-pipa boiler yang digunakan untuk tempat pembakaran).

Continue reading

Vibration-based machine condition monitoring

Continue reading

Cooling Tower Maintenance

 

 Apa itu cooling tower dan apa fungsinya? Semua cooling tower digunakan untuk heat rejection di dalam pabrik industri, rumah sakit, atau bangunan besar lainnya. Panas dikeluarkan dari fluida kerja (air) ke atmosfer (udara) dengan cara penguapan (basah) dan konveksi (kering). Dua jenis cooling tower yaitu : natural draft & induced draft.

Continue reading

BALANCING ONSITE

Pada dasarnya setiap mesin yang berputar (e.g. rotor, impeller, turbin etc.) memiliki titik berat yang sama dengan titik putar. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, titik berat yang semula sama dengan titik putar, dapat bergeser dari tempat yang seharusnya. Hal tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, baik karena debu atau kotoran sisa proses yang menempel pada blade, maupun penyebab lainnya. Titik berat yang telah bergeser tersebut, mengakibatkan unbalance pada mesin dan merugikan mesin dengan naiknya nilai vibrasi dari standar yang diijinkan ketika mesin tersebut beroperasi secara normal.

Continue reading

Alignment Cardan

Berikut ini adalah kegiatan dari Putranata yaitu melakukan jasa Alignment pada mesin , disalah satu perusahaan di jakarta , pada kali ini.

Mesin yang kurang terawat dapat menimbulkan berbagai macam kerusakkan salah satunya  poros mesin yang tidak simetris sehingga menyebabkan mesin menjadi aus. Tindakan yang harus dilakukan jika poros mesin tidak simetris (misalignment) yaitu dengan proses  Laser Alignment.

Continue reading
« Older posts