Condition Monitoring Indonesia menggabungkan pengukuran vibrasi untuk menilai kelayakan mesin beroperasi. Getaran spektrum diperoleh pada dua (atau lebih) rentang frekuensi dalam tiga sumbu yang saling tegak lurus dari masing-masing titik uji (biasanya bantalan).Keenam spektrum ini mewakili persyaratan minimum untuk menilai getaran mesin dengan benar.Pengukuran lain, seperti getaran poros atau mode tampilan data lainnya juga dapat diterapkan. Data ini mengungkapkan kondisi seperti cacat bantalan, ketidakseimbangan, misalignment poros, keausan persneling, kerusakan motor rotor yang mungkin terjadi, keausan drive drive, kerusakan kopling / ketidakakuratan, dll.
Ketika tes diulang pada beberapa basis periodik (misalnya, triwulanan, bulanan), tren untuk perubahan persen menjadi indikator yang memicu kekhawatiran. Kekhawatiran ini digunakan untuk menghasilkan rekomendasi untuk tindakan korektif yang dilakukan untuk meminimalkan risiko kerusakan lebih lanjut.
Kami menawarkan berbagai opsi penerapan untuk meminimalkan beban di pabrik Anda sambil mengoptimalkan efektivitas program.